Lion Air Bakal Jadi Beban Rakyat Indonesia

PENGAMAT ekonomi politik Salamuddin Daeng mengatakan Lion Air Group bagaikan “vacuum cleaner” yang menyedot ekonomi rakyat Indonesia untuk dikirimkan ke Singapura, Amerika dan Eropa.

“Perusahaan yang dibangun dengan utang segunung telah digaransi oleh pemerintah melalui skema export credit agencies (ECA). Berapa utang perusahaan yang dijamin oleh pemerintah ini? ?Yakni seluruh utang yang digunakan untuk pembelian pesawat Boeing dan Airbus,” jelas Salamuddin seperti dilansir intelijen.

Menurut Salamuddin, PT Lion Mentari Airlines telah mendapatkan utang dalam bentuk 230 pesawat dari Boeing Co Amerika Serikat senilai 22,4 ?miliar dolar AS dan 234 Airbus jet dari Eropa senilai 24 miliar dolar AS. “Sebuah pinjaman tanpa studi kelayakan sama sekali, apakah ini layak untuk Indonesia atau tidak,” terang Salamuddin.?

Salamuddin menyimpulkan, utang perusahaan Lion yang dijamin oleh pemerintah Indonesia atas segala resiko operasi dan politik mencapai Rp603 triliun lebih pada tingkat kurs saat ini. “Utang yang tidak akan sanggup dibayarkan oleh seluruh penumpang pesawat terbang di negeri ini. Utang dengan skema ECA adalah utang yang sangat beresiko sehingga negara menjaminnya,” papar Salamuddin.

Utang dengan skema ECA ini, lanjut Salamuddin sangat beresiko. Sebab, jika terjadi provokasi yang berlanjut pada sengketa antara Lion Air dengan Pemerintah Indonesia, yang kemudian membawa resiko bagi operasi Lion Air, maka akan menjadi kesempatan emas bagi Lion untuk mengubah utang mereka menjadi utang pemerintah Indonesia. “Sebagaimana perjanjian export credit agencies (ECA)? dengan alasan pemerintah tidak menjalankan prinsip investment protection,” jelas Salamuddin.

Seperti diketahui, aset pertahanan strategis TNI Angkatan Udara yakni Bandara Halim Perdanakusuma, telah diambil alih asing. Perusahaan yang mengambilalih Halim PK adalah perusahaan penerbangan swasta Lion Air yang diduga adalah milik Singapura.0

“Proses ini terjadi setelah Lion Air memenangkan sengketa atas Bandara Halim Perdanakusuma di? Mahkamah Agung (MA) melawan Koperasi TNI Angkatan Udara dan PT Angkasa Pura,” tandas Salamuddin. O jay