'Dagelan' Rezim Jokowi: Dari Cabai Mahal Nggak Usah Dibeli, hingga Cabut Meteran Supaya Tarif Listrik Turun

LUAR Biasa memang kehebatan kebijakan rezim jokowi saat ini. Selalu saja ada solusi lucu bagi setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dagelan ini dapat dibuktikan melalui berbagai pernyataan yang menyertai beberapa krisis yang terjadi di masyarakat seperti di bawah ini.

1. Mendag soal harga bawang putih mahal: Tak usah makan bawang

https://www.merdeka.com/uang/mendag-soal-harga-bawang-putih-mahal-tak-usah-makan-bawang.html

Menjelang bulan Ramadhan beberapa waktu lalu, Kementerian Perdagangan seakan tidak memberi perhatian pada fenomena kenaikan harga bawang. Di mana, di pasar tradisional, terpantau harga sudah mencapai Rp 32.000 per kilogram (Kg) untuk bawang merah dan Rp 60.000 per Kg untuk bawang putih.

Namun situasi tersebut malah dijadikan candaan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Tidak usah makan bawang putih, tidak apa kan," katanya sembari tertawa saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/4).

2. Cabai Rawit Mahal, Jokowi: Nggak Usah Beli Cabai Rawit!

http://www.jpnn.com/news/cabai-rawit-mahal-jokowi-bilang-nggak-usah-dibeli?page=1

Awal Januari 2017, harga cabai rawit merah di Indonesia meroket drastis hingga mencapai Rp 100.000/kg. Menanggapi hal ini, Jokowi selaku Presiden RI pun memberi saran ngawur.

"Nggak usah beli cabai rawit. Belinya cabai yang hijau, yang merah juga pedes, sama saja," imbau Jokowi setelah mendatangi Pasar Induk Kajen di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (9/1).

3. Tarif Listrik Makin Tinggi, Dirut PLN: Cabut Aja Meterannya!

https://www.merdeka.com/uang/trik-agar-bayaran-listrik-turun-tiap-bulan-dari-bos-pln.html

Pencabutan subsidi listrik 900 VA yang berimbas pada semakin tingginya tarif listrik. Hal ini tentu saja berimbas besar pada kehidupan rakyat Indonesia.

Menanggapi hal ini Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir malah berkelakar.

"Mau tarif listrik turun? Cabut meterannya," ucap Sofyan berkelakar yang disambut tawa para awak media.

Selain disampaikan oleh pejabat, menteri dan bahkan presiden RI, pernyataan kontroversial pun tak luput diucapkan oleh putri ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.

4. Puan Maharani Sarankan Rakyat Miskin Jangan Banyak Makan

http://www.kompasiana.com/www.febrialdiali.blogspot.com/menteri-puan-maharani-sarankan-rakyat-miskin-jangan-banyak-makan_56a8776c167b61fa07490c61

Ditengah-ditengah kenaikan harga bahan pokok makanan saat ini,masih saja ada seorang menteri yang berani menjadi seorang stand up komedi dengan meminta rakyat miskin untuk tidak banyak-banyak makan dan minta rakyat miskin untuk diet.Bagaimana jangan makan banyak-banyak dan melakukan diet, jika mau mau membeli sekilo beras saja tidak culup duit, karena harga beras juga ikut melambung.Rasanya tidaklah pantas Menteri Puan Maharani bergurau seperti seorang stand up komedi minta rakyat miskin untuk tidak makan banyak dan harus diet pula.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, kembali menjadi sorotan nitizen hari ini terkait pernyataannya dalam acara peluncuran penyaluran program raskin/rastra tahun 2016, Bali, Selasa (26/01).Dalam acara tersebut Gubernur Bali Made Mangku Pastika minta agar alokasi beras untuk raskin daerah Bali dinaikkan.

Menteri Puan Maharani bukannya trenyeh atau prihatin dan tersentuh mendengar keluhan dari Gubernur Bali itu, malah berkelakar mengatakan "Jangan banyak-banyak makanlah diet sedikit tidak apa-apa ".

Dari Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras di Bali terus mengalami peningkatan selama satu tahun berakhir. Akibatnya, jumlah orang miskin di Pulau Bali meningkat dari 4,7 menjadi 5,2 persen.

Inikah yang disebut revolusi mental? Rakyat dipaksa diam dan pasrah menerima nasib sementara penguasa bebas berpesta, menjarah, merampok dan menjual aset negara. Rakyat akan mati perlahan dan penguasa tertawa puas.0 pid