Rizal Ramli: Sri Mulyani Dipuji Asing Beri Bunga Tinggi Surat Utang, Bunganya Rakyat yang Bayar

MANTAN Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden Gus Dur dan Menteri Koordinator Maritim di Era Jokowi, Rizal Ramli mengkritik keras kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang doyan ngutang.

Apalagi siasat Sri Mulyani itu dengan banyak memberikan suku bunga Surat Utang Negara (SUN) cukup tinggi kepada investor asing. Sehingga Menkeu dipuji-puji oleh pihak asing. Padahal, Menkeu-Menkeu negara lain tak seperti itu.

“Dia (Sri Mulyani) dipuji-puji sebagai Menkeu terhebat. Padahal Menkeu China, Singapura, dan Jepang yang benar-benar pelit (memberi bunga tinggi obligasi), demi rakyatnya,” sindir Rizal dalam akun media sosialnya, Kamis (13/7).

Komentar Rizal ini menjawab pertanyaan akun lain yang mempertanyakan Sri Mulyani kerap memberi suku bunga tinggi setiap penerbitan SUN yang tentu saja diburu investor asing.

Rizal pun menyorot habis sikap Menkeu yang kerap pangkas anggaran, akan tetapi satu-satunya pos anggaran yang tak dipangkas Sri Mulyani adalah pos pembayaran pokok dan bunga utang.

“Yang lain (bagi Menkeu) semua bisa dipotong. Jelas kemana kesetiannya (sikap Menkeu itu),” sindir Rizal.

Menurut tokoh yang akrab disapa RR ini, Sri Mulyani adalah sosok yang gemar terbitkan surat utang dengan bunga tinggi. Bahkan saat Sri jadi Menkeu tahun 2006-2010, telah menimbun utang sebanyak Rp476 triliun (atau sekitar US$ 40 miliar).

“Dan bunya yang dia kasih 1-2 persen di atas Filipina, Vietnam maupun Thailand,” kata dia.

Apalagi rating surat utang Indonesia lebih tinggi dari negara tersebut, menurut Rizal, mestinya bunganya lebih rendah dari negara-negara tersebut.

“Utang (yang ditimbun) US$ 40 miliar. Tapi ‘kelebihan’ bunga mencapai US$ 4-8 miliar. Itu kejahatan!” tandas Rizal.

Rizal juga menawarkan jurus inovatif untuk mengurangi utang. Tahun 2000 lalu, dirinya membuat aturan debt for nature swap dengan Jerman. Sebanyak ratusan juta dolar AS utang Indonesia dihapus dan ditukar dengan konservasi hutan.

Rizal juga aturkan debt swap dengan Kuwait. “Utang mahal ditukar dengan utang bunga rendah. Sehingga Kuwait kasih hadiah gratis flyover Pasopati di Bandung,” jelas dia.

Utang pemerintah sendiri terus membengkak pada 2,5 tahun pertama pemerintahan Joko Widodo. Jika dihitung per 2014 di mana nilai utang Rp 2.608,80 triliun, utang pemerintah RI pada Mei 2017 telah melonjak jadi Rp 3.672 triliun.0 akt