Rachmawati Soekarnoputri: Ketergantungan Utang Asing Sama dengan Keterjajahan

JATI diri bangsa Indonesia kian hancur karena utang luar negeri. Pemerintah seakan tidak malu untuk berutang ke negara asing. Bahkan baru-baru ini pemerintah tengah berburu dana utang sebesar Rp 397,2 triliun karena terjadi defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) tahun anggaran 2017.

"Sementara di satu sisi, Pancasila, nasionalisme, dan trisakti, katanya digalakkan oleh Jokowi (tapi kok utang terus bertambah)," ujar putri proklamator RI, Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri kepada redaksi, Kamis (27/7).

Ia juga mempertanyakan posisi Indonesia di G-20 yang bisa dikatakan sebagai kumpulan negara-negara maju, padahal Indonesia terus menerus berutang.

Bahkan di tangan Jokowi, pembiayaan infrastruktur dari utang masih juga kekurangan. Jokowi secara gamblang mengutarakan bahwa kekurangan dana infrastruktur itu akan ditambal dari dana simpanan haji.

"Yang artinya gali lobang tutup lobang. Sebagai negara yang merdeka berdaulat, seharusnya ketergantungan dengan asing sudah harus diakhiri. Karena ini sama saja dengan keterjajahan," pungkas pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno yang akrab disapa Mbak Rachma itu.0 rmo