Sajian Kuliner Bebek Madura

Pulau Madura yang terletak di sisi utara Jawa Timur dikenal memiliki beragam budaya, mulai kesenian hingga kuliner. Ragam hidangan khas Madura yang banyak dikenal. antara lain Soto Daging, Sate Ayam, Kaldu Kokot, dan Nasi Bebek. Khusus untuk penggemar nasi bebek yang sedang bepergian ke Madura, tujuan yang tidak bisa ditawartawar lagi adalah Nasi Bebek Sinjay.

Memang sejak Jembatan Suramadu beroperasi pada 2009, rumah makan yang terletak di Jl Raya Ketengan No 45 Kecamatan Burneh, Bangkalan, ini selalu ramai dikunjungi pengunjung. Selain mudah dijangkau, hanya perlu waktu dari satu jam Surabaya, kala itu belum banyak tujuan dengan menu serupa. Kuliner satu ini cukup terkenal kelezatannya, dibuktikan dari antrian pengunjung yang selalu mengular. Bahkan pada tahun-tahub awal, pengunjung yang datang terlalu siang hari seringkali harus pulang dengan kecewa karena kehabisan.

Nasi Bebek Sinjay awalnya hanya sebuah warung pinggir jalan yang buka sejak 2003 di kawasan tersebut. Seiring banyaknya pelanggan, kini warung itu telah berubah menjadi rumah makan yang mampu menampung 500 pengunjung dengan puluhan pegawai. Amin Sinjay (36), generasi kedua pemilik rumah makan itu menjelaskan, usahanya dimulai orang tuanya yang hanya seorang petani untuk menambah penghasilan.

“Nama Sinjay diambil dari bahasa Arab artinya ilham, bahwa ayah saya waktu itu dapat ide untuk membuka warung nasi bebek. Sebelum Jembatan Suramadu berdiri warung kami sudah banyak dikenal orang dari luar Bangkalan, setelah buka (jembatan) malah lebih ramai lagi karena lebih dekat (dari Surabaya),” tutur Amin.

Bukan berlebihan bila pelanggan rela menyeberangi Selat Madura demi hidangan satu ini. Daging bebek gorengnya jauh dari kesan alot, seperti menyerah saat dikunyah dalam mulut. Selain empuk, aroma daging bebeknya juga tidak seamis nasi bebek pada umumnya. Disajikan bersama nasi pulen plus gorengan tepung kremes berwarna coklat yang super gurih.

Belum cukup di situ, sensasi kuliner nasi bebek makin lengkap dengan sambal pencit (mangga muda)-nya. Potongan-potongan pencit dengan rasa kecut segar diuleg dengan sambal khas Madura yang super pedas, disajikan berhias daun kemangi dan timun segar, menambah cita rasa hidangan ini.

Amin menambahkan, kelebihan lain nasi bebeknya adalah menggunakan daging unggas bebek, bukan itik. “Kami punya trik sendiri agar dagingnya bisa empuk, saking empuknya ada yang bilang seperti dipresto. Selain itu daging yang digunakan adalah asli daging bebek, bukan entog (itik), cirinya ukuran lebih kecil, lebih gurih, dan warnanya lebih kekuningan, sedangkan entog lebih gelap kemerahan,” tutur dia.

Untuk bersantap, pengunjung karena harus membayar ke kasir dahulu sesuai jumlah porsi yang diinginkan, baru setelah itu mengambil pesanan di loket sebelahnya. Harga seporsinya cukup terjangkau, hanya 25 ribu rupiah sudah termasuk minuman teh dalam botol.

Tidak seperti umumnya, kita tidak bisa memilih jenis potongan daging seperti paha, dada dan sebagainya. “Sematangnya masakan dari dapur itu yang pengunjung dapat, ini dilakukan demi memperlancar antrian yang pada hari libur bisa berdiri sampai satu jam. Kalau dulu banyak yang kehabisan, tapi sekarang kami sudah persiapkan stok sehingga meski datang sore hari masih kebagian,” ungkap dia.

Setelahnya pengunjung dapat menikmati hidangan di deretan meja memanjang seperti yang sering digunakan di asrama-asrama. Meski tidak menggunakan pendingin udara, untuk ukuran Madura yang terkenal panas, hawa di rumah makan ini cukup sejuk karena berhadapan langsung dengan hamparan sawah di bagian belakangnya.

Amin menambahkan, keunikan lain bersantap di rumah makannya adalah tidak ada perbedaan antara masyarakat biasa dengan golongan atas.

“Sudah sering artis atau pejabat yang berkunjung ke sini. Serunya mereka tidak protes meskipun harus mengantri dibelakang pengunjung lain, karena kami memang tidak mengistimewakan siapapun,” jelasnya.

Untuk yang eneg dengan bebek bisa memilih menu ayam goreng yang tak kalah lezatnya. Ayam goreng berbumbu khas sinjay ini juga disajikan dengan kremesan gurih dan sambal pencit khas Madura.

Kini bagi penggemar nasi bebek yang tidak punya cukup waktu menyeberang ke Madura bisa mendapatkan bebek Sinjay di dua cabang di kawasan Kapas Krampung dan Ahmad Yani Surabaya.

Namun tentunya menyeberangi Jembatan Suramadu dan menikmati suasana persawahan Pulau Garam memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung. O one