5 Tips Mengatur Finansial Bagi Para Lajang

Masih muda, lajang dan memiliki penghasilan dalam jumlah yang besar merupakan hal yang telah terbiasa kita temui di lingkungan kerja. Barangkali, Anda adalah salah satu di antara mereka?

Peluang kerja yang cukup luas dan jenjang karier yang cepat menanjak merupakan dua hal yang memungkinkan seseorang dapat memiliki penghasilan yang besar di usianya yang masih muda. Hal ini tentu saja sangat menyenangkan dan menjadi nilai lebih untuk dapat melakukan berbagai macam hal yang ingin dicapai dalam hidup.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa saat ini ada banyak sekali pekerja muda dan masih lajang yang tidak mampu mengelola keuangannya dengan cukup baik, hal ini tentu saja akan berakibat pada buruknya pola/ sistem keuangan yang mereka terapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam alasan menjadi penyebab kacaunya sistem pengelolaan keuangan dan hal ini seringkali membuat banyak masalah, seperti:

Kehabisan uang di akhir bulan saat gajian belum juga datang.

Tidak memiliki tabungan atau investasi sebagai jaminan hari tua.

Gaya hidup yang luar biasa boros dan tidak terkontrol.

Meski pada kenyataannya Anda masih lajang dan belum memiliki tanggungan dalam hidup Anda, namun ada baiknya Anda mulai membenahi sistem keuangan Anda sejak sekarang, hal ini akan sangat membantu Anda dalam mengatur dan mengelola keuangan Anda secara berkesinambungan.

Lakukan 5 tips dalam mengatur finansial berikut ini agar penghasilan Anda dapat digunakan secara bijak dan maksimal:

Tinggalkan Persepsi “Mumpung Masih Lajang”

Pada dasarnya orang yang telah berkeluarga akan memiliki kebutuhan hidup yang lebih besar daripada seorang lajang, namun pada kenyataannya tak sedikit lajang yang selalu kewalahan dan sibuk mencari pinjaman di akhir bulan karena kehabisan uang sebelum tiba tanggal gajian.

Gaji hanya numpang lewat saja dan tak pernah cukup untuk kebutuhan sebulan, ini adalah hal yang banyak dialami lajang. Barangkali persepsi “mumpung masih lajang” adalah hal yang anda terapkan dalam membuat pengeluaran sehingga Anda cenderung menghabiskan uang untuk kepentingan yang tidak diperlukan.

Ubah dan tinggalkan kebiasaan buruk tersebut, mulailah hidup dengan hemat serta miliki sebuah rencana keuangan yang baik dengan cara membuat anggaran pengeluran anda.

Pisahkan Rekening Tabungan Anda

Sangat penting bagi Anda untuk mulai mempelajari kelemahan anda dalam mengelola keuangan sehingga anda mengalami kegagalan dalam mengatur keuangan Anda setiap bulannya. Pisahkan rekening tabungan Anda, terutama rekening yang bersifat tabungan (simpanan) dengan rekening yang berfungsi sebagai sumber uang keluar sehari-hari yang Anda gunakan.

Pisahkan (bagi) segera penghasilan anda sesuai dengan persentase yang telah anda tetapkan pada masing-masing rekening tabungan, hal ini untuk menghindari terpakainya uang tabungan simpanan yang telah Anda anggarkan sebelumnya. Hindari untuk menggunakan uang tabungan simpanan tersebut, kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak saja.

Mulai Hidup Hemat

Belajarlah untuk menerapkan pola hidup yang sederhana dan tidak memboroskan uang Anda untuk kepentingan-kepentingan yang tidak perlu. Hindari melakukan pembelanjaan berlebihan, terutama terhadap barang-barang yang pada dasarnya penggunaannya tidaklah begitu penting bagi Anda.

Berhenti Berhutang

Bila saat ini Anda memiliki hutang yang berbentuk pinjaman maupun tagihan kartu kredit, maka mulailah melunasinya dengan cara membayarnya satu persatu. Bila Anda tidak sanggup melunasinya sekaligus, maka Anda dapat mulai dari hutang yang dikenakan bunga terlebih dahulu (kartu kredit), hal ini akan membantu mengurangi jumlah tagihan Anda bulan berikutnya.

Membebaskan diri dari hutang juga akan memberi Anda ketenangan dan keleluasaan dalam berpikir dan mengatur keuangan anda dengan lebih baik lagi.

Budayakan Menabung

Meski awalnya akan terasa sulit, namun kebiasaan menabung adalah hal yang sangat bermanfaat dan penting untuk Anda lakukan dalam memperbaiki sistem keuangan Anda yang saat ini berantakan. Milikilah beberapa motivasi yang akan membuat Anda menjadi rajin menabung, contohnya: keinginan untuk membeli kendaraan yang baru, atau bahkan untuk memiliki hunian sendiri yang terpisah dari orangtua Anda. Dengan demikian menabung akan menyenangkan, bukan?