Soal Amunisi SAGL Brimob, Menhan: Itu Bukan Ditahan Tapi Dititip! Salah

Menteri Pertahana RI Ryamizard Ryacudu membicarakan perkembangan polemik penitipan amunisi senjata Stand-alone Granat Launcher (SAGL) di TNI. Ryamizard menegaskan amunisi itu akan dikembalikan tergantung situasi.

"Bukan ditahan, dititip! Salah. Yang dititip kan pelurunya, senjatanya nggak. Nanti kalau ada apa-apa diberikan lagi," ujar Ryamizard di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

"Nggak ada, nggak ada. Kalau misalnya situasinya harus menggunakan itu, ya diberikan oleh TNI. Kan disimpan di gudang TNI," imbuh dia.

Lebih lanjut Ryamizard menegaskan sudah ada aturan pengadaan senjata. Namun, dia belum mau merinci aturannya.

"Sudah dibuat. Kita sudah sama-sama membuat bagaimana jelas terang-benderang nggak terjadi ini lagi ya. Nanti kalau sudah selesai, kita kan lagi dibahas ini, diperbarui UU. Bukan diperbarui ya, dipertegas lagi," pungkasnya. 0 det