Surat untuk Ibu Sri Rahayu, yang Ditangkap Polisi karena Dituduh Hina Jokowi

IBU Sri hanya seorang perempuan Indonesia yang merasakan susahnya hidup, hanya seorang rakyat kecil yang merasakan ketidakadilan di negerinya sendiri, dia hanya bersuara di sosial media, dia bersuara mengungkapkan kekecewaan kepada pemimpinnya, mungkin bahasanya kurang bagus dikuping penguasa, mungkin disebabkan karena tingkat pendidikan yang tak mampu merangkai kata bak seorang penjilat.

Sabar bu..para tim advokat akan membela ibu.

Siapapun ibu, ibu adalah saudara sebangsa kami, kita hanya rakyat kecil, maka sudah menjadi kewajiban sesama untuk saling menolong. Ibu dibully oleh mereka dengan menggunakan kata-kata kasar, caci maki dan penghinaan, yakinlah.. apapun yang mereka lakukan terhadap ibu akan berbalik kepada diri mereka dan keluarga mereka.

Saya tergerak memposting soal ibu karena selama seharian ini saya monitor group-group mereka, miris rasanya mereka menghina ibu. Saya tidak kenal ibu, Saya hanya merasakan bagaimana seorang perempuan harus menjalani situasi seperti ibu. Kita Perempuan Indonesia, nenek moyang kita terkenal tangguh bu, sabar, tawakal ya bu..

Sekali lagi, Sabar ya bu.. jangan berkecil hati, ibu ditahan bukan karena tindakan kriminal yang merugikan banyak orang, ibu tidak maling uang negara, ibu tidak jual aset negara, ibu bukan pengedar narkoba, ibu tidak membacok orang, ibu tidak menyiram air keras ke muka orang, kita sama-sama merasakan susahnya hidup di rezim ini.

Tuhan tidak tidur, rezim akan segera berganti.. Aamiin.

"SURAT UNTUK IBU SRI"

by Cut Meutia Adrina

Sebelumnya, anggota Satuan Tugas Siber Bareskrim Polri mengamankan Sri Rahayu (32) di Desa Cipendawa, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5/8/2017), sekitar pukul 01.00 WIB. Sri ditangkap terkait kasus dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

"Sebelum dilakukan penangkapan telah dilakukan pemeriksaan ahli bahasa bahwa konten dalam postingan merupakan larangan dalam UU ITE," kata Direktur Tindak Pidana Siber Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Minggu (6/8/2017).

Fadil menjelaskan Sri telah memposting puluhan foto yang mengandung konten berkategori hate speech dan penghinaan terhadap Presiden melalui ke laman Facebook bernama Sri Rahayu Ningsih atau Nyonya Sasmita.

Saat diinterogasi polisi, Sri menyatakan melakukan itu semua dengan maksud untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.

"Menurut dia (motifnya) karena sifat kritis. Memang hobi main medsos," sebut pihak polisi.

Barang bukti yang disita dalam penangkapan Sri, antara lain empat buah telepon genggam, flashdisk, tiga buah sim card, satu buku tulis berisi email dan password, satu buah jaket, dua buah kemeja, dan satu buah kaos sesuai foto yang diposting di akun Facebook.

Sri dikenakan Pasal 45 ayat (2) Juncto pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Juncto Pasal 4 (b)1 UU Nomor 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Link: http://www.suara.com/news/2017/08/06/195152/sri-rahayu-hobi-tulis-status-fb-soal-jokowi-ditangkap-polisi