Rocky Gerung: Kritikus Teluk Jakarta Memberikan Tanda Adanya Bahaya

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta harus peka terhadap kritik dan keluh kesah yang muncul dari masyarakat terkait problematika reklamasi Teluk Jakarta. Hal ini disampaikan Akademisi Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung.

Ia mengatakan bahwa kritik dari masyarakat adalah sinyal adanya suatu hal yang mengancam keharmonisan sosial di masyarakat itu sendiri.

"Tugas seorang kritikus kan adalah memberikan tanda bahwa adanya suatu bahaya," ujar Rocky dalam diskusi bertajuk Siapa Pemilik Teluk Jakarta di kantor PB HMI, Menteng, Jakarta, Selasa (7/11).

Rocky meminta Gubernur DKI, Anies Baswedan tidak mengabaikan suara dari Teluk Jakarta utamanya nelayan yang terdampak langsung dengan adanya reklamasi. Pendapat nelayan, imbuh dia, jauh menurun sejak berlangsungnya proyek reklamasi Teluk Jakarta.

"Dulu itu pendapatan nelayan bisa 300 ribu seharinya, tetapi sekarang kan turun menjadi 75 ribu saja," jelasnya.

Meski begitu, Rocky mengaku bukan kapasitasnya untuk memberikan solusi bagi perisitwa Teluk Jakarta yang semakin panas dibincangkan hari ini.

"Jangankan saya, Presiden pun tidak tahu. Saya ingatkan kritikus itu menyampaikan tanda bahaya bukan memberi solusi," demikian Rocky. 0 rmo