Jika Habib Rizieq Pulang, Kapolda Metro: Saya Angkat Topi

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan berharap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab segera pulang ke Indonesia.

Iriawan mengaku akan lebih menghargai sikap Habib Rizieq jika pulang ke Tanah Air dan melakukan pembelaan di pengadilan, ketimbang tidak menempuh proses hukum tapi sembunyi di luar negeri.

"Itu paling elegan, dan saya akan angkat topi kalau beliau datang," kata Iriawan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Menurutnya, kesempatan Habib Rizieq membela diri justru sangat terbuka. Dia, kata Iriawan, bisa membuktikan kalau memang langkah kepolisian salah kaprah, ketika dia memberi keterangan.

"Silakan berargumentasi di pengadilan. Saya yakin, hakim kalau mau memutus itu dengan tepat dan bijak," ucap mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu.

Rizieq dipastikan bebas jika bukti-bukti yang dimiliki polisi tidak kuat. Persoalannya, pembuktian itu tak bakal bisa terjadi kalau Rizieq tetap enggan memenuhi panggilan penyidik.

"Hadapi saja menurut saya, itu lebih baik. Beliau kan warga negara yang baik," ucap Iriawan.

Kasus pornografi berupa chat seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dengan Firza Husein ini mencuat pada akhir Januari 2017. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Rizieq dan Firza sebagai tersangka.

Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sementara Firza disangka melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32, dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Keduanya terancam hukuman di atas lima tahun penjara.0 tsc