Tarif Listrik 900 VA Naik, Fahri: Janjinya Jokowi Kampanye kan Dulu Gak Gitu

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, Presiden Joko Widodo telah melanggar janji kampanye dengan menaikkan tarif dasar listrik golongan konsumen 900 VA sebesar 143%.

Padahal, terang Fahri, pengguna listrik 900 VA adalah golongan masyarakat nyaris miskin. Terlebih, saat ini masyarakat tengah menghadapi kebutuhan pengeluaran rumah tangga yang tidak sedikit.

"Janjinya (Jokowi) kampanye kan dulu ga gitu (cabut subsidi listrik 900 VA). Harusnya itu diprioritaskan kasih lah rakyat itu kabar baik, jangan kabar buruk terus," kata Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Fahri pun membeberkan, bila pada saat kampanye Jokowi berjanji akan mencabut subsidi listrik 900 VA, maka mantan Wali Kota Solo itu tidak akan terpilih menjadi Presiden.

"Kalo dulu Jokowi bilang cabut subsidi pasti dia ga kepilih," tukasnya.

Diketahui, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Sayed Abubakar Assegaff menolak kenaikan tarif listrik 900 VA. Menurut dia kenaikan itu sangat tidak tepat karena membebani golongan masyarakat nyaris miskin pelanggan listrik 900 VA.

"Kenaikan Tarif Listrik untuk pelanggan golongan 900 VA tidak tepat. Lebih baik PLN fokus melakukan efisiensi agar losses bisa ditekan sekaligus bisa memperkuat keuangannya," papar Sayed di Jakarta, Selasa (13/6/2016).

Pernyataan Sayed tersebut sebagai respon atas langkah Pemerintah yang telah menaikkan Tarif dasar Listrik golongan konsumen 900VA sebesar 143%, dari Rp 605/kwh ke Rp 1.352 /kwh, secara bertahap bagi sekitar 18,7 juta pengguna. Adapun total pengguna listrik golongan konsumen 900VA adalah sebanyak 23 juta rumah tangga.

Menurut Sayed kenaikan sebesar 143 % tersebut akan sangat membebani masyarakat pelanggan listrik golongan 900 VA. Terlebih lagi saat ini masyarakat tengah menghadapi kebutuhan pengeluaran rumah tangga yang tidak sedikit.

"Saat ini selain menghadapi lebaran, sebagian masyarakat juga akan memasukkan anak anaknya ke jenjang sekolah lebih tinggi. Kenaikan Tarif Listrik tersebut sangat memberatkan. Saya minta untuk dibatalkan," papar dia.0tsc