Partai Bela Victor, Fadli Zon: Nasdem Menantang Umat Islam

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyesalkan sikap Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang acuh tak acuh bahkan membela Ketua Fraksi Partai Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat. Padahal, menurut Fadli, Victor secara terang memfitnah empat partai (Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat) yang menolak Perppu Ormas telah mendukung radikalisme dan khilafah. Viktor juga mencoba memecah masyarakat dan menciptakan kesalahpahaman yang luas.

"Partai Nasdem kelihatannya tidak ada sedikitpun rasa bersalah, tidak ada sedikitpun rasa penyesalan bahkan membela pidato yang sudah jelas-jelas menurut saya menimbulkan fitnah, adu-domba dan juga kesalahpahaman yang meluas di masyarakat," sesalnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/7).

Menurut Fadli, sikap Partai Nasdem itu menunjukan bahwa mereka tidak bersikap dewasa. Sikap tersebut bahkan disebutnya menantang partai lain juga Ummat Islam.

"Itu menantang umat Islam. Isi pidatonya sudah tak perlu diperdebatkan lagi. Bahkan tidak perlu ahli bahasa lagi untuk menjelaskannya," kata Fadli.

Bahkan kata Fadli isi pidato anak buah Surya Paloh itu yang berbicara tentang negara khilafah dan ada ancaman akan membunuh seperti cara Partai Komunis Indonesia (PKI)dulu. Ujaran-ujaran yang mengandung provokasi oleh Victor itu kata Fadli berbahaya dan memecah-belah NKRI.

"Dia lah yang melakukan pemecah belahan, dia lah yang melakukan adu-domba. Sudah sangat jelas dan terang tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sodara Victor Laiskodat," demikian Fadli

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyesalkan sikap Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang acuh tak acuh bahkan membela Ketua Fraksi Partai Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat.

Fadli menegaskan Victor secara terang-terangan memfitnah empat partai (Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat) yang menolak Perppu Ormas telah mendukung radikalisme dan khilafah. Viktor juga mencoba memecah masyarakat dan menciptakan kesalahpahaman yang luas.

Sikap Victor dan Partai besutan Surya Paloh itu menurutnya sama saja telah merugikan diri sendiri. Buktinya, keempat partai langsung mempolisikan Victor. Fadli juga tak yakin jika video pidato kolega mereka telah diedit sedemikian rupa.

"Kalau alasannya cuma masalah diedit-edit itu kayak Ahok dulu. Ahok juga argumentasinya kayak gitu. Tidak utuh, sama persis argumentasinya kayak Ahok dulu," ketusnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/7).

Untuk itu, Fadli berharap agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti pelaporan terhadap Victor Laiskodat sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Jangan sampai karna ada backing-backing kemudian laporan itu tidak ditindaklanjuti atau diulur-ulur. Nanti ini seperti kasus Ahok lagi. Lebih bagus jalur hukum segera ditempuh supaya kita mendapat keadilan. Karena inilah jalan yang sesuai konstitusi kita. Setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjalankan hikum dan pemerintahan itu tanpa ada kecualianya," demikian Fadli

Pidato Victor Sudah Diedit

Terpisah, DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) telah membentuk Tim Kajian yang melibatkan Dewan Pakar, Pengurus Harian dan Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem, terkait isi pidato Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1 Agustus 2017 lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Kajian DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (7/8).

Menurut Zulfan, setelah mendengar dan menyimak secara lengkap rekaman utuh pidato VBL selama 21 menit 12 detik maka Tim Kajian DPP Partai Nasdem berkesimpulan bahwa rekaman yang telah beredar adalah rekaman yang telah diedit.

"Rekaman sudah diedit sedemikian rupa sehingga menghilangkan konteks, konten, dan substansi dari pidato asli VBL," tegas Zulfan.

Zulfan menambahkan bahwa hasil editan yang disebarluaskan tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman. Apabila mendengarkan pidato tersebut secara utuh, Zulfan mengklaim maka tidak akan terjadi kesalahpahaman terhadap isi, maksud, dan tujuan dari pidato VBL.

"Pidato saudara VBL sesungguhnya adalah mendorong semangat untuk menjaga ideologi dan konstitusi negara dari setiap upaya terhadap disintegrasi negara dan bangsa. Dan tidak ada maksud dan tujuan dari saudara VBL untuk menyudutkan pihak manapun," kilah Zulfan.

Menyikapi hal tersebut DPP Partai Nasdem menyatakan bahwa telah terjadi kesalahpahaman terhadap pidato saudara VBL karena ada pihak yang mengedit, menyambungkan, dan menyebarluaskan pidato tersebut.

DPP Partai Nasdem kata Zulfan mengajak semua pihak untuk tidak memberikan penilaian dan reaksi semata-mata berdasarkan pada suatu sumber yang telah dimanipulasi.

"Partai Nasdem mengajak semua pihak untuk tidak cepat terpancing, mudah diadu domba, serta terprovokasi yang mengganggu keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara," demikian Zulfan.0 rmo