Jokowi Jangan Ambisi Tahta Dua Periode

PRESIDEN Joko Widodo seharusnya menuntaskan janji kampanye Pilpres 2014, sebelum mewujudkan ambisinya menjabat dua periode. Menuding lawan politik sebagai penghembus isu ‘anjloknya daya beli masyarakat’ sebagai bentuk ambisi Jokowi. Pendapat itu disampaikan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng .

“Janji itu utang. Kalau Jokowi belum bisa merealisasikan janjinya seperti menuntaskan kerusuhan Trisakti, dan itu menjadi dasar ketakutannya,” kata Salamuddin, 09/10 sebagaimana dilansir intelijen .

Menurut Salamuddin, Jokowi harus menjelaskan kepada masyarakat soal isyarat mau menjabat dua periode dengan menuding ada lawan politik menghembuskan daya beli rakyat turun. “Jokowi harus menjelaskan kepada publik mengapa dia harus berkuasa dua periode,” ujar Salamuddin.

Di sisi lain, Salamuddin berharap Jokowi bisa bersyukur karena telah menjabat setengah periode menjadi Presiden. “Jadi Presiden setengah periode harus disyukuri, menjadi presiden satu periode juga harus disyukuri. Kalau bersyukur pasti rejekinya tambah banyak Pak Jokowi,” pungkas Salamuddin.

Presiden Jokowi menuding isu soal turunnya daya beli masyarakat sengaja diciptakan oleh lawan politik untuk menghambat elektabilitasnya di Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta (03/10).