Jadi King Maker, Nama Baik Prabowo Subianto Akan Lebih Dikenang

PRABOWO SUBIANTO diprediksi bakal kalah jika kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2019. Ketua umum Partai Gerindra itu sebaiknya jadi inisiator politik nasional saja alias jadi king maker.

“Menurut saya, kalau Probowo memposisikan diri sebagai king maker, maka nama baik dia akan dikenang dalam sejarah politik nasional,” kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, Selasa (10/10).

Kemudian, lanjut Hendri, Prabowo akan dicatat sebagai seorang pemimpin yang berjiwa besar. Dan, mantan Danjen Kopassus itu juga akan bisa menikmati kemenangan orang yang didorongnya.

Hendri Satrio sebelumnya mendorong Prabowo menjadi inisiator politik nasional dengan mengajak para tokoh lain untuk memunculkan figur capres dan cawapres yang tepat sebagai penantang petahana Joko Widodo pada Pilpres mendatang.

Posisi king maker lebih tepat disandang Prabowo karena dari sisi sejarah politik sudah terbukti berhasil.

Probowo sukses mengantarkan Jokowi jadi gubernur Jakarta dan kini sedang menjabat presiden. Pada Pilkada Jakarta 2017, Prabowo juga sukses mengantarkan pasangan Anies-Sandi jadi gubernur dan wakil gubernur.

Ditambahkan Hendri, Indonesia yang tidak kekurangan stok calon pemimpin, jangan melulu mengkultuskan Jokowi dan Prabowo saja. Harus muncul nama-nama baru.

Apalagi, dalam sejarah politik Indonesia, Prabowo sudah kalah sampai tiga kali. Pertama, tahun 2004 Prabowo maju dalam konvensi Partai Golkar. Tapi dia kalah. Konvensi dimenangkan Wiranto yang kemudian berpasangan dengan Sholahuddin Wahid.

Kedua, Megawati-Prabowo kalah dari pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009. Ketiga, Prabowo-Hatta kalah dari pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014.

Dalam waktu berdekatan tiga lembaga survei yaitu SMRC, Median dan KedaiKOPI merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden menjelang Pilpres 2019. Dalam rilis lembaga survei itu, elektabilitas Prabowo jauh di bawah Jokowi.

Hasil survei SMRC: Jokowi 38,9 persen dan Prabowo 12,0 persen. Median: Jokowi 36,2 persen dan Prabowo 23,2 persen. KedaiKopi: Jokowi 44,9 persen dan selain Jokowi 48.9 persen. Sebelumnya, CSIS juga merilis, elektabilitas Jokowi sebesar 50,9 persen sementara elektabiliatas Prabowo hanya 25,8 persen.0 rmol