Tak Suka dengan Panglima TNI, Pesan AS: Jangan Pilih Gatot di Pilpres 2019

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh US Custom and Border Protection. Hal ini merupakan pesan AS kepada rakyat Indonesia untuk tidak memilih Gatot dalam Pilpres 2019 mendatang. Demikian disampaikan Politisi PKS Mardani Ali Sera.

Menurut anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS ini , Gatot merupakan sosok rising star di kalangan keumatan. Sehingga AS ingin membuat perspektif bahwasanya Panglima TNI dipermalukan.

"Ini ada message, yang jelas Amerika tak suka dengan Pak Gatot. Karena itu pesan Amerika jangan pilih Gatot di Pilpres 2019. Itu messagenya," ungkap Mardani dalam diskusi di Kawasan SCBD Sudirman Jakarta, Jumat 27 Oktober 2017.

Mestinya, menurut Mardani, jika AS tidak mengizinkan Panglima TNI, tidak perlu degan cara dipermalukan seperti itu. Terlebih Panglima sudah datang dengan membawa istri.

"Syukurnya ini tidak lebih buruknya dari Perdana Menteri Malaysia Najib yang diperlakukan tidak tepat," katanya.

Namun demikian, mantan ketua tim pemenangan Anies - Sandi itu tetap memberikan catatan besar kepada AS yang tidak melakukan cara diplomatik memperlakukan pejabat negara Indonesia.

"Yang jelas apa yang dilakukan Amerika tidak memperhatikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan setara dengan Amerika," pungkasnya.

AS Mainkan Operasi Intelijen

Pengamat Geopolitik dari Global Future Institute, Hendrajit menduga terdapat dualisme komando dalam pemerintahan Donald Trump.

Menurut Hendrajit, dugaan tersebut dapat dinilai dari penolakan US Border Protection Custom terhadap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmatyo dan diperkuat dengan pernyataan Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Erin McKee yang menjelaskan Kedubes AS sedang bekerja keras untuk memahami latar belakang peristiwa tersebut.

"Sepertinya ada dualisme komando dari Gedung Putih, sehingga menuver US Border Protection Custom yang berada dalam kewenangan Kementrian Keamanan Dalam Negeri, sama sekali tidak terkoordinasi dengan Kemenlu AS, hasilnya Erin McKee bingung dengan insiden tersebut," ungkap Hendrajit dalam diskusi yang diselenggarakan Garuda Nusantara Center, di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (27/10).

Hendrajit menambahkan, dari pernyataan Erin nampak adanya sebuah kesalahan komunikasi yang tidak dipahami serta tidak adanya kordinasi antar kementerian di pemerintahan Trump. Dirinya menduga, ada operasi yang dilakukan pihak tertentu sehingga kesalahan komunikasi dan kordinasi terjadi. Terlebih popularitas Gatot belakangan ini mencuat dan digadang-gadang menjadi wakil Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Artinya AS tengah memainkan operasi intelijen yang rumit dan berbahaya di Indonesia," ujar Hendrajit.0 pid/rmo