Setya Novanto Tolak Dicopot dari Jabatan Ketua DPR dan Ketum Golkar

KETUA Umum DPP Golkar Setya Novanto mengirimkan surat bermaterai kepada Pimpinan DPR RI dan kepada DPP Partai Golkar. Surat yang ditulis dengan tulisan tangan itu berisi pernyataan tidak mau diberhentikan dari jabatannya.

Surat Kepada Pimpinan DPR

Surat kepada Pimpinan DPR RI berisi permohonan kesempatan membuktikan diri tidak terlibat korupsi E-KTP dan tidak di-nonaktif-kan baik sebagai Ketua DPR RI maupun anggota.

Berikut ini isi lengkap surat tersebut:

Yth

Pimpinan DPR RI

Bersama ini saya selaku Ketua DPR RI sedang menghadapi kasus hukum proyek E-KTP yang disidik oleh KPK. Saya mohon Pimpinan DPR RI lainnya dapat memberikan kesempatan saya untuk membuktikan tidak ada keterlibatan saya. Dan untuk sementara waktu tidak diadakan Rapat Pleno, Sidang MKD terhadap kemungkinan me-non aktif-kan saya baik selaku Ketua DPR RI maupun selaku anggota Dewan.

Demikian permohonan disampaikan.

Jakarta, 21/11/2017

Ttd

Setya Novanto

Surat Kepada DPP Partai Golkar

Surat kepada DPP Partai Golkar berisi pemberitahuan tidak ada pemberhentian dirinya sebagai Ketua Umum. Melalui surat itu, Setya Novanto juga menunjuk Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum dan Yahya Zaini sebaga Plt Sekjen.

Berikut ini isi lengkap surat tersebut:

Yth. DPP Partai Golkar

Bersama ini disampaikan tidak ada perihal pemberhentian sementara/permanen terhadap saya selaku Ketua Umum Partai Golkar. Dan untuk sementara saya tunjuk:

Plt Ketua Umum: Idrus Marham

Plt Sekjen: Yahya Zaini

Demikian harap dimaklumi.

Jakarta, 21/11/2017

Ttd

Setya Novanto 0 tn