“Jika Benar Dukung Jokowi Dua Periode, ICMI Gagal Pahami Sikon Bangsa”

ADA kabar yang beredar di luaran bahwa Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendukung Jokowi untuk 2 priode jadi presiden. Terkait hal itu Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo angkat bicara.

Anton menegaskan Jika kabar itu benar ICMI telah gagal dan tidak peka dalam memahami situasi dan kondisi (sikon) bangsa yang carut marut dan tak bisa mengkaji bagaimana kepemipinannya selama 3 tahun ini .

” Alhamdulillah saya telah menghubungi beberapa pengurus ICMI mereka katakan berita tsb hoax. Selain hoax jika hal tersebut atasnama ICMI sebelum dibahas di Silaknas adalah nyalahi aturan,” kata Anton Tabah Digdoyo kepada korankota, Sabtu ( 9/12) sore.

Menurut Anton, beredarnya berita tersebut telah memantik banyak pertanyaan dan protes pengurus ICMI. Hal ini penting untuk diluruskan, jika tidak akan berakibat . Karena banyak pengurus ICMI yang akan mengundurkan diri .

Kata Anton, Ini strategy rezim yang selalu memecah belah ormas dan parpol yang tidak mau dukung rezim tersebut .Contohnya seperti PPP, Golar, PKB NU dll yang kini terpecah –pecah .

“Saya harap ICMI cerdas. Sebagai cendekiawan sesuai dengan namanya tidak mau mau dipecah belah dan diadu domba, “ harap Anton .

Fenomena aktual yang terjadi di NKRI, kata Anton kini sangat sekuler liberal pro penista AlQuran pro cina bahkan tampak pro komunis. Apalagi Mendagri dalam pidatonya menyatakan bahwa PKI bukan ancaman Pancasila dan Perpu ormas bukan untuk faham komunisme yang sedang tumbuh cepat di Indonesia.

“Mestinya isue ini dijdikan agenda kajian penting oleh ICMI . Fakta lain yang harus jadi prioritas ICMI adalah keresahan umat Islam melihat rezim saat ini yang dengan mudah mengkriminalisasikan umat Islam, sementara nonmuslim tidak ? Ini sangat meresahkan, “ pungkas mantan Jendral Polri ini mengakhiri .0 gus