Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Digdoyo: Menghapus Pendidikan Agama di Sekolah adalah Kesalahan Besar

IDE penghapusan pendidikan agama di sekolah- sekolah oleh Mendikbud sangat mengejutkan dan menyedihkan serta menuai kecaman. Kecaman itu datangnya dari Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo. Mantan Jenderal Polri bintang dua ini menegaskan menghapus pendidikan agama di Sekolah adalah kesalahan besar.

“Rakyat heran kok orang mudah tertular pola pikir sekuler liberal walau dengan alasan pendidikan agama di rapor siswa akan diambil dari pendidikan di madrasah, masjid, pura dan gereja,” beber Anton kepada korankota.co.id, Rabu (14/6) malam.

Menurut Anton, ide dan gagasan tersebut bertentangan dengan UU No20 th2003 tentang sisdiknas Pasal 12 (1) butir a. mengamanatkan, setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik seagama.UU tersebut, merupakan kewajiban beri pendidikan agama itu pada tiap jenjang atau satuan Pendidikan.

Pengertian Satuan Pendidikan dalam UU tersebut, masih menurut Anton, tertulis di ketentuan umum kelompok layanan pendidikan formal, nonformal, informal tiap jenjang dan jenis pendidikan hak mendapat pendidikan agama melekat pada setiap siswa, pihak sekolah pengelola pendidikan wajib memberikan pendidikan agama.

Kata Anton, mendikbud harus cermat buat kebijakan. Dulu ada ide hapus doa agama di sekolah saja rakyat marah apalagi ini akan hapus pendidikan agama di sekolah Banyak masalah pendidikan yg belum tertangani. Misalnya masalah sarana pendidikan, tenaga ajar, ujian akhir sekolah, kurikulum 2013 dll

"Lebih baik mendikbud fokus siapkan siswa siswi berprestasi fisik mental rohani jasmani seperti tujuan NKRI bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya untuk Indonesia Jaya,” terang Anton yang mantan Jenderal Polri.

Ide Mendikbud ini, menurut pendapat Anton, disadari atou tidak adalah sekularisasi di sekolah-sekolah dan nanti berlanjut penghapusan doa-doa keagamaan di sekolah bahkan penghapusan atau pelarangan waktu sholat di sekolah dsb

“Waspadalah dengan upaya sekularisasi itu sangat berbahaya dan NKRI bisa tinggal sejarah,” pungkasnya.0 jay.