Pengacara Senior: Kepolisian di Bawah Tito Karnavian tak Adil Dalam Kasus Nathan Suwanto

KEPOLISIAN di bawah kepemimpinan Jenderal Pol Tito Karnavian telah jelas menunjukkan sikap yang tidak adil dalam kasus ujaran kebencian Nathan Prima Suwanto. Nathan telah mengancam membunuh sejumlah tokoh politik dan agama. Kesimpulan itu disampaikan pengacara senior Ach. Supyadi.

Dalam kapasitas sebagai pengacara publik, Supyadi telah melaporkan Nathan sejak 4 Mei 2017 di Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. “Kepolisian di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian telah jelas menunjukkan sikap yang tidak adil dalam kasus Nathan ini,” tegas Supyadi di akun Twitter @adv_supyadi.

Tak mendapat respon dari pihak kepolisian, Supyadi melaporkan mandeg-nya proses kasus Nathan ke Dit Propam Mabes Polri (02/10).

Kecewa dengan penegakan hukum kasus Nathan, Supyadi mengajak masyarakat untuk mengajari kepolisian agar bisa berlaku adil dan tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.

“Haruskah saya dan masyarakat mengajari kepolisian di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian agar berlaku adil dalam kasus Nathan ini? Mari kita ajari kepolisan untuk berlaku adil dan tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum di negeri ini,” tegas @adv_supyadi.

Jika proses Nathan mandeg, di sisi lain, proses kasus aktivis Islam Jonriah Ukur Ginting atau Jonru berjalan cepat. Pada 29 September, Jonru ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian dan langsung ditahan. Pada 31 Agustus 2017, politikus Nasdem, Muannas Al Aidid, melaporkan Jonru.0 int