Meski Ditahan Masih Jabat Ketua DPR, Mahfud Sindir Setnov Sedang Bermain Sirkus

MESKIPUN sudah ditahan, namun Setya Novanto tetap menjadi Ketua DPR. Hal ini ini membuat Mahfud MD menyindir bahwa ada yang sedang bermain sirkus di negara ini.

Padahal dalam UU MD3 harus mengundurkan diri atau diberhentikan oleh dewan etik atau Mahkamah Kehormatan Dewan. Sementara dalam TAP MPR secara prinsip mengatakan pejabat negara yang menimbulkan sorotan publik dalam kebijakanya karena dianggap salah harus mengundurkan diri.

"Meskipun belum diadili oleh pengadilan. Itu namanya (pelanggaran) etik," kata Mahfud MD di Yogyakarta Jumat (24/11/2017).

Mahfud lalu menyebut ada TAP MPR No VIII tahun 2001 khusus untuk pegawai negeri dan pejabat birokrasi. Di dalam tap tersebut berisi mengenai pegawai negeri sipil dan pejabat birokrasi yang terlibat kasus hukum bisa dijatuhi sanksi sebelum ada putusan pengadilan.

"Kenapa kita buat dua TAP (nomo VI dan VIII tahun 2001) itu, karena di negara kita ini banyak orang bermain sirkus. Sudah melanggar etika, merasa, wah saya belum diputus oleh pengadilan katanya. Terus bercokol korupsi terus menerus," kata Mahfud MD.

Terakhir dengan posisi Setya Novanto yang masih menjabat sebagai ketua DPR RI, Mahfud MD mneyerahkan itu kepada DPR. Hal itu urusan DPR. "Terserah DPR aja. Itu urusan DPR lah," katanya.0 tsc