GARUDA ASIA USUNG BALAS DENDAM LAWAN LAOS

Timnas Indonesia U-16 bertekad membalas kekalahan di Piala AFF U-15 2017 saat kembali berjumpa Laos di laga terakhir Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2018, Jumat (22/9/2017).

Pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini ingin anak-anak asuhnya belajar dari kekalahan saat menghadapi Laos dalam laga terakhir Grup G kualifikasi Piala Asia 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Jumat (22/9/2017).

Garuda Asia akan kembali menghadapi Laos setelah bertemu di Piala AFF U-15 2017, Juli lalu. Saat itu Rendy Juliansyah dan kawan-kawan menyerah 2-3 dari Laos.

"Kami sudah pernah bertemu dengan mereka dan kami belajar banyak dari kekalahan itu," ujar Fakhri Husaini mengenang kekalahan anak asuhnya dari Laos dua bulan silam.

Kekalahan 2-3 yang dialami oleh Tim Garuda Asia di Piala AFF U-15 membuat timnas finis di posisi kelima dari enam tim yang berada di Grup A, terpaut dua poin dari Laos yang tepat berada di atasnya.

Namun, tim Garuda Asia bukan tim yang sama seperti ketika di Piala AFF U-15 itu. Mereka kini berada di puncak klasemen setelah meraih tiga kemenangan atas Kepulauan Mariana Utara, Timor Leste, dan tim tuan rumah, Thailand.

Laos pun akan menjadi ujian terakhir Timnas Indonesia U-16 untuk memastikan diri lolos sebagai juara grup. Fakhri Husaini menegaskan bahwa kekalahan dari Laos itu akan dibayar oleh tim asuhannya dalam kesempatan kali ini.

"Apa yang telah mereka perbuat di AFF pada Juli lalu tentu akan kami tuntaskan dengan kemenangan saat kami menghadapi mereka," tegas Fakhri Husaini.

Rotasi Pemain

Fakhri Husaini membeberkan persiapan timnya melawan Laos. Menurutnya, kondisi fisik menjadi permasalahan saat ini. Karenanya, ia bakal melakukan rotasi pemain.

Faktor kebugaran menjadi kendala karena timnas U-16 sudah melakoni tiga pertandingan lebih dulu. Pertandingan kontra Thailand disinyalir paling menguras stamina karena jalannya laga sangat ketat.

"Jadi, masalahnya (jelang lawan Laos) bukan taktik. Tetapi, kondisi para pemain yang keletihan," kata Fakhri.

"Banyak pemain kami yang kelelahan karena padatnya jadwal pertandingan. Pasalnya, kami hanya libur sehari saja untuk kemudian bertanding lagi," tambahnya.

"Tapi, kami akan melakukan rotasi dengan mengganti pemain yang lebih segar. Soalnya kami juga tidak ingin mengubah gaya permainan," lanjut Fakhri.

Meski mengalami keletihan, Fakhri juga menerangkan proses pemulihan stamina dan fisik para pemainnya masih terus dilakukan hingga saat ini. Salah satu caranya dengan melakukan latihan kecil di belakang hotel tempat mereka menginap.

Pertandingan kontra Laos sangat krusial karena bisa menentukan nasib timnas U-16 untuk menjadi kontestan Piala Asia U-16 2018. Jika mampu menang atau menahan imbang Laos, Garuda Asia dipastikan lolos otomatis dengan status juara Grup G yang belum pernah terkalahkan. O jon