Setelah Messi, Neymar Jadi Target ISIS

Isu keamanan Piala Dunia 2018, yang tadinya hanya sebatas ketakutan akan aksi anarkis kelompok suporter garis keras, hooligan, kini telah berkembang menjadi ancaman teror dari kelompok ISIS.

Beberapa waktu lalu, ISIS sudah mulai menyerukan ancaman terhadap keamanan turnamen 4 tahunan yang akan berlangsung di Rusia itu, dengan mengirim sebuah gambar yang menampilkan bintang Barcelona, Lionel Messi. Dalam gambar tersebut, Messi dicitrakan tengah berada di dalam penjara dengan luka penuh dengan darah.

Kali ini, mereka kembali dengan pesan lanjutan yang menjadikan bintang Paris Saint-Germain, Neymar, sebagai target mereka selanjutnya.

Pesan tersebut mereka sampaikan dengan cara yang sama, yakni dengan menyebarkan sebuah gambar. Dalam gambar tersebut, Neymar dipaksa untuk berlutut sambil dipegangi pundaknya oleh tentara ISIS, seolah-olah bintang Brasil itu akan dieksekusi oleh tentara ISIS.

Dalam gambar yang sama, Messi dicitrakan seolah-olah telah selesai dieksekusi, di mana mayatnya tergeletak di depan Neymar.

Selain Messi dan Neymar, Didier Deschamps juga menjadi target ISIS. Pelatih kepala timnas Prancis itu digambarkan sebagai ‘musuh Allah’. Dia digambarkan tengah menjadi tawanan ISIS, di mana kedua tangannya terikat dan ditodong pistol oleh tentara ISIS. O/jon