Manajer Persib: Saya Sebagai Umat Muslim Merasa Tersinggung Sekali dengan Sanksi Ini

SANKSI yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib imbas dari aksi koreografi Bobotoh bertuliskan 'Save Rohingya' saat Persib menjamu Semen Padang, Sabtu (9/9/2017), membuat Umuh Muchtar geram.

"Ada gak pesan politiknya? Mereka tidak mendukung orang yang sedang sakit. Tidak masuk akal, maenya aksi kemanusiaan dihukum. Itu murni loh aksi kemanusiaan, kepedulian Bobotoh kepada etnis Rohingya," tegas Umuh.

Manajer berkumis ini mendukung apa yang dilakukan Bobotoh, sebelum isu sanksi mencuat. Bobotoh di dunia maya mengkampanyekan #KoinUntukPSSI soal aksi kemanusiaannya jika berbuntut sanksi.

"Saya dukung Bobotoh udunan untuk Rohingya, 100 persen saya dukung udunan itu. Ini aksi kemanusiaan, ada unsur agamanya pula. Saya sebagai umat muslim merasa tersinggung sekali dengan sanksi ini," tuntas Umuh.

Komdis PSSI resmi menghukum Persib dengan denda sebesar Rp50 juta karena aksi suporter koreografi suporter dengan tulisan "Save Rohingya'.

Dalam surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 Komdis menyebutkan bahwa pertandingan Persib menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 9 September 2017, aksi yang dilakukan Bobotoh adalah sebuah pelanggaran.

"Suporter Persib Bandung terbukti dengan sengaja merencanakan melakukan konfigurasi dengan tulisan 'Save Rohingya' dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin," bunyi surat tertanggal 13 September itu.

Merujuk ke pasal 67 ayat (3) Kode Disiplin PSSI, Persib--sebagai panitia penyelenggara pertandingan dan klub yang menaungi suporternya--, didenda sebesar Rp50 juta.

Disebutkan pula bahwa Persib tidak dapat melakukan banding atas keputusan tersebut. Sementara, denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan itu.0 vpc