MALU SENDIRI

MUNGKIN, lantaran dapet pesen yang berlebihan, Yayah (bukan nama sebenernya) jadi kelewat ati-ati.

Keberhati-hatian Yayah itu dia terapin di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Waktu itu, dia mau berangkat ke Surabaya buat belajar lagi setelah liburan selama seminggu.

Hari masih gelap waktu Yayah nyampe di stasiun Tugu.

Setelah membeli karcis, perempuan kecil mungil itu bermaksud langsung naek kereta. Pasalnya, kereta enggak berhenti lama. Dia liat ada seorang lelaki yang berdiri di depan pintu kereta. Laki-laki enggak segera naek kereta dan sepertinya lagi nunggu seseorang.

Yayah enggak bisa ngeliat dengan jelas karena agak jauh dari lampu.

“Sini, tasnya saya bawain, Mbak,” kata lelaki itu sembari berusaha merebut tas dari tangan Yayah.

“Enggak usah, enggak usah!” jawab Yayah, ketus, takut lelaki itu adalah orang jahat. Apalagi, saat itu suasana masih gelap, baru jam 5 pagi. Yayah enggak bisa ngenalin tampang lelaki ini kalo terjadi apa-apa.

Dengan susah payah, Yayah berhasil naek ke dalem kereta dan duduk di nomor yang sesuai dengan karcis.

Lantas, tasnya dia taroh di bawah kursi dan dia injek.

Akibatnya, kaki Yayah jadi ketekuk.

“Lebih baik, tas ditaroh di atas aja, Mbak, supaya kamu enggak pegel,” tau-tau Yayah denger suara yang dikenalnya. Tetapi, Yayah enggak mau ambil risiko dengan menerima usulannya. Iya kalo lelaki itu orang baek, kalo orang jahat, abis dah banda gua, batin Yayah.

“Taroh atas aja ya?” kata lelaki itu sembari berusaha ngambil tas yang diinjek Yayah.

“Enggak usah, enggak usah!” kata Yayah, ketus.

Malem berganti pagi. Suasana pun menjadi terang begitu kereta memasuki kota Solo. Sekarang, Yayah nunduk terus, malu, enggak berani mandang lelaki di depannya yang ternyata adalah gurunya di sebuah sekolah perawat di Surabaya.

“Pantesan, gua seperti kenal suaranya. Ternyata, dia Pak Guru. Mana gua udah terlanjur jutek (memasang sikap judes) lagi? Ngimpi apa gua semalem bisa sial begini?” batin Yayah, yang terpaksa mandang keluar terus, mulain dari Solo sampe Surabaya atau sekitar 5 jam, sampe lehernya pegel banget, sampe kandung kemihnya sakit lantaran nahan kencing. (jebod)