Novel Baswedan: Ada Jenderal Polisi Terlibat

Siapa yang tak kenal dengan nama Novel Baswedan, kini namanya masih menjadi pembicaraan hangat public di Tanah Air. Pasalnya, kasus penyiraman air keras terhadap Novel , hingga kini masih misteri dan Polisi belum berhasil membongkar siapa para pelakunya. Bahkan penyidik senior KPK ini sepertinya pesimis kasusnya bisa diungkap karena ada dugaan seorang jenderal polisi terlibat .

Dalam wawancara bersama Time pada 10 Juni 2017, Novel menyebut ada jenderal yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadapnya. Novel merasa 2 bulan penyelidikan kasusnya yang tanpa hasil membuatnya mengafirmasi akan informasi awal terkait siapa dalang atas teror yang menimpanya itu.

"Sebenarnya saya sudah menerima informasi bahwa seorang jenderal polisi--seorang pejabat polisi tingkat atas--telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan informasi itu bisa saja salah. Namun kini, ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar," ucap Novel kepadaTime seperti dilansir time.com, Rabu (14/6/2017).

Sebagaimana diketahui, Novel kini tengah menjalani perawatan di Singapura atas serangan siraman keras yang terjadi lima bulan lalu. Terkait kasus tersebut, polisi telah memeriksa saksi-saksi.

Polisi juga sudah merilis sketsa wajah pelaku terduga penyerang Novel. Meski belum ada pelaku yang ditangkap, polisi menyatakan tak akan menutupi kasus ini.

Selain itu, polisi juga membuka akses selebar-lebarnya bagi KPK jika ingin melihat perkembangan penyelidikan kasus Novel.

Istri Novel Baswedan, Rina Emilda sendiri telah mengirimkan surat tulisan tangannya sendiri ke Presiden Joko Widodo pada Kamis (21/8) lalu. Juru bicara Istana, Johan Budi, yang menerangkan Presiden Jokowi segera menjadwalkan pertemuan itu.

Kondisi terakhir Novel, kondisi matanya masih belum menunjukkan kemajuan setelah operasi besar. Lapisan kornea mata kanan Novel masih belum tumbuh.

"Di mata kanan Novel belum ada perbaikan lagi karena masih ada sekitar 2 sampai 4 milimeter lapisan yang belum tumbuh," ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (28/8).

Sementara itu, jaringan yang akan ditempelkan ke mata kiri Novel menunjukkan perkembangan positif. Jaringan nantinya akan ditempelkan pada operasi tahap kedua.

"Setelah operasi di tahap 1 ini, jaringan dari gusi itu kan masih ditempelkan ke pipi ya, nanti baru di tahap kedua itu dipasangkan atau ditempelkan di mata bagian kiri. Jadi sejauh ini perkembangan masih positif, tidak ada tanda-tanda kerusakan dari penempelan itu," tutur Febri.

Novel Baswedan Adalah Cucu pendiri Republik Indonesia

Memang tak banyak yang tahu, bahwa Komisaris Novel Baswedan adalah cucu pendiri Republik ini, Abdurrahman Baswedan. AR Baswedan--demikian ia biasa disapa--adalah jurnalis, salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia, AR Baswedan diplomat dan juga sastrawan Indonesia.

AR Baswedan pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), dan Anggota Dewan Konstituante. Tak kalah penting, AR Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia yang turut berperan mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia, yaitu dari Mesir.

Novel Basweda adalah penyidik yang berperan penting dalam mengungkap kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian SIM Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Dia juga yang menyidik skandal korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Partai Demokrat, M. Nazaruddin, yang kemudian menyeret banyak tokoh penting di Republik, terakhir kasus dugaan korupsi E- KTP yang sudah menetapkan tersangka Setya Novanto dan anggota DPR yang lainnya.

Serta patut dicatat, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu juga adalah salah satu dari lima penyidik yang memilih bertahan di KPK, saat Polri memutuskan menarik 15 penyidiknya yang diperbantukan di KPK.

Novel Baswedan adalah perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998, pernah bertugas di Polres Bengkulu pada 1999-2005. Pada tahun 2004, terjadi kasus penembakan terhadap enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu. Kala itu Novel menjabat Kasatserse Polres Bengkulu. Salah seorang di antara enam tersangka itu akhirnya tewas. Setahun kemudian, Novel ditarik ke Jakarta dan ditugaskan sebagai penyidik KPK dari unsur Polri.

Biodata dan Profil Novel Baswedan

Tanggal Lahir : 1977

Tempat lahir : Semarang, Jawa Tengah

Karir

1998 : Lulus Akademi Polisi

1999-2005 : Polres Bengkulu

2007 : Penyidik KPK

Kepala sekolah SMAN 2 Semarang saat ini, Hari Waluyo mengatakan, nama Novel memang terdaftar dalam buku induk sekolah dengan nomor induk 924756. Sementara data keluarga dan alamat pun sesuai dengan yang sudah ada, meski demikian dalam catatan sekolah nama penyidik KPK tersebut hanya ditulis Novel tanpa ada nama keluarga Baswedan.

"Namanya hanya Novel, kelahiran 20 Juni 1977 dan tinggal di Jl Raden Patah kampung Sumur Umbul," kata Hari sambil menunjukkan buku induk di ruang rapat kepala sekolah di SMAN 2 Semarang, Jl Sendangguwo, Senin (8/10/2012).

Kelebihan akademis Novel semasa sekolah di SMAN 2 Semarang ada pada mata pelajaran Fisika. Saat itu ia diajar oleh Sumarno sebagai guru Fisika. Sumarno menceritakan, walaupun tidak terlalu menonjol, rata-rata nilai pelajaran Novel cukup bagus.

"Yang saya ingat itu anaknya halus, pendiam, sederhana, saat itu tidak terlalu kocak juga, tidak menonjol, pembawaan kalem, rata-rata nilai bagus," kata Sumarno.

Mendengar salah satu siswanya yang saat ini terkena masalah ketika sedang menjalankan tugas mulia, Sumarno berharap agar masalah tersebut tidak berkepanjangan dan pekerjaannya di KPK bisa kembali berjalan.

"Semoga cepat selesai dan kerjanya sebagai petugas KPK tidak ada tekanan. Harapan guru tentu saja agar semua menjadi lebih baik," pungkas Sumarno.

Sementara itu, guru Pendidikan Agama Islam SMAN 2 Semarang, Nur Badriyah menambahkan, saat dirinya masih menjadi pembina Rohis, Novel dikenal alim dan sering sekali mengikuti kegiatan Islami semisal baca tulis Alqur'an dan salat Jumat yang diadakan pihak sekolah.

"Dia termasuk anak manis, kalau ada kegiatan baca tulis Alquran dia ikut," ujar Nur.

"Memang pendiam dan tidak pernah bermasalah dengan teman atau guru. Tadi ada putra guru yang satu angkatan juga cerita kalau orangnya memang pendiam," imbuhnya.

Meskipun pada masa sekolahnya tidak terlalu menonjol dan biasa saja, Kompol Novel saat ini sudah memiliki karir yang bisa dibilang sukses, apalagi ia menjalankan tugas mulia yaitu memberantas koruptor. Oleh sebab itu, Nur Badriyah berharap Novel bisa menjadi teladan adik-adik kelasnya.

Novel Baswedan Adalah Sepupu Anis Baswedan

Anda pasti merasa sedikit familiar ketika melihat foto dan nama Baswedan ternyata Novel Baswedan merupakan sepupu Anis Baswedan yang notabene lumayan sering tampil di TV yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Mendengar ada penangkapan, dukungan terus mengalir ke KPK. Salah satunya adalah Rektor Paramadina, Anies Baswedan. Ternyata, Novel ini saudara Anies.

"Iya sepupu saya," kata Anies di Gedung KPK Jakarta, Jumat (5/10).

Menurut Anies, penangkapan Novel adalah bentuk tekanan kepada KPK. "Rakyat Indonesia malam ini menyaksikan sebuah tekanan yang maha besar kepada KPK," ujar Anies.

"Ini adalah periode paling menentukan dalam pemberantasan korupsi apakah KPK akan menang atau atau yang akan kalah," ujar Anies.

Dengan adanya kejadian ini, menurut Anies, membuktikan mereka yang melakukan tindak korupsi merasa terancam.0.berbagai sumber