Ustadz Abdul Somad Ceramahnya Tajam dan Menarik

SAAT ini siapa tak kenal Ustadz Abdul Somad. Meski bukan berasal dari Kota Metropolitan Jakarta, sosoknya sudah menjadi perbincangan publik di seluruh Indonesia. Ceramah atau isi dakwahnya mengenai Islam tam dan menarik.

Namun, perjalanan hidupnya tak sepenuhnya mulus. Terlebih saat sejumlah pihak melakukan penolakan terhadap dakwahnya. Mereka menganggap Abdul Somad adalah sosok yang anti NKRI dan tidak memiliki rasa nasionalisme. Karena itu, dia dilarang Ormas di Bali dan terkahir diusir dari Hongkong. Terlepas dari peristiwa itu, Ustadz Abdul Somad adalah sosok ulama yang cerdas dengan latar belakang pendidikan Islam yang mempuni.

Banyak kalangan yang bersimpati terhadap Abdul Somad karena diperlakukan tidak adil dan terzolimi, meski ada juga yang tidak peduli. Lihat saja bagaimana dia menjadi korban persekusi oleh beberapa ormas di Bali saat hendak menjadi penceramah di sebuah acara tabliq Akbar di Denpasar. Bahkan, saat menginap di Hotel Aston Denpasar Bali, tiba-tiba datang sekelompok masa ke tempat menginapnya.

Mereka berteriak-teriak meminta Abdul Somad keluar karena dinilai tidak memiliki jiwa nasionalisme, anti NKRI, serta dalam berbagai ceramahnya dianggap mendeskriditkan beberapa pihak. Akibatnya, massa yang belakang meminta maaf itu menolak ustadz asal Riau itu untuk berdakwah di Bali.

Hal yang sama juga terjadi di Hongkong saat memenuhi panggilan jamaah ta'lim asal Indonesia yang menetap di Hongkong. Sesaat setelah dia mendarat, Abdul Somad dihadang oleh beberapa orang petugas kemudian dipisahkan dengan rombongannya untuk dilakukan intograsi dan penggeledahan.

"Begitu sampai (Hongkong) ada beberap orang menunggu keluar dari pintu pesawat, saya dipisah," kata Abdul Somad belum lama berselang.

Selama 30 sampai 45 menit dilakukan penggeledahan, akhirnya petugas Bandara meminta Abdul Somad untuk pulang kembali ke Indonesia tanpa alasan yang jelas.

"Saya (Abdul Somad) tanya kenapa? Dia (petugas) bilang kita belum bisa memberi izin untuk masuk tanpa menyebut alasan," kata Abdul Somad.

Acara mengisi pengajian di Hongkong itu kemudian batal, namun pengajiannya tetap berlangsung dengan mendatangkan da'i yang lain.

Abdul Somad memang menjadi fenomena tersendiri. Namun jika menelusuri kehidupan ustadz kelahiran Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini, latar pendidikan terutama tentang pendikan Islamnya memang cukup mumpuni.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Ustadz Abdul Somad sudah melekat dengan ajaran Islam. Dia mengeyam pendidikan di SD Al-Washliyah Medan, kemudian melanjutkan ke MTS Mu'allimin, sempat menempuh pendidikan di Pesantren Darularafah Deli Serdang Sumatera Utara, dan pada tingkat SMA dirinya masuk ke Madrasah Aliyah Nurul Falah di Indagiri Hulu, hingga setelah lulus tahun 1996 melanjutkan ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif kasim (SUSKA) Riau. Di kampus ini dia sempat belajar selama dua tahun hingga pada tahun 1998 Ustad Abdul Somad memperoleh beasiswa belajar ke luar negeri.

Dia merupakan salah satu dari 100 orang yang menerima beasiswa yang dibuka oleh pemerintah Mesir untuk Indonesia untuk belajar di Universitas Al Azhar. Abdul Somad mampu mengalahkan 900 pelajar lain yang juga mengikuti tes untuk mendapat beasiswa tersebut. Abdul Somad sendiri hanya membutuhkan waktu 10 bulan untuk mendapatkan gelar Lc (Licence) dari Universitas Al Azhar Kairo.

Kemudian pada tahun 2004, kerajaan Maroko menyediakan 15 beasiswa bagi pendidikan S2 di Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang untuk asing. Abdul Somad pun terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan 5 orang asing tersebut melalui jalur beasiswa S2 yang diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan

Setelah mendapat gelar S2, dia menjadi Dosen dan Penceramah. Ustadz Abdul Somad diketahui bekerja sebagai dosen bahasa arab dan tafsir hadist di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dari tahun 2009. Selain itu beliau juga mengajar sebagai Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur, Riau. Abdul Somad juga aktif sebagai Anggota MUI Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama dan anggota badan amil zakat di Riau dari tahun 2009 hingga 2014.

Kini Ustadz Abdul Somad aktif dalam memberikan ceramah agama Islam di berbagai pelosok di wilayah Indonesia. Dimulai dari memberikan dakwah agama melalui kanal Youtube nama Ustad Abdul Somad semakin dikenal di masyarakat setelah video-video ceramahnya menjadi viral di internet.

Ceramah atau isi dakwahnya mengenai agama Islam sangat berbobot sesuai dengan kapasitas dirinya sebagai seorang ulama, da'i sekaligus dosen agama Islam. Pertanyaan dari para jamaahnya dijawab sesuai pandangan-pandangan imam mazhab dan mudah dimengerti. Sosoknya yang cerdas dan gayanya yang sederhana membuat Ustad Abdul Somad banyak disukai oleh jamaah atau masyarat sehingga ia banyak menerima undangan untuk ceramah.

Ustad Abdul Somad juga banyak menerjemahkan buku-buku dari Timur Tengah yang memuat mengenai permasalahan seputar rumah tangga dalam Islam dan permasalah lain dalam Islam.

Ustadz Abdul Somad juga sudah menulis tiga buah buku yang berjudul 37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat dan buku berjudul 33 Tanya Jawab Seputar Qurban

Ustadz Abdul Somad juga beberapa kali tercatat menulis sebuah buku yang menjadi best seller di kalangan umat muslim di antaranya adalah buku yang berjudul 37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat, dan 33 Tanya Jawab Seputar Qurban.

Hingga saat ini sendiri Abdul Somad dikenal sebagai penceramah kondang dengan kajian-kajian dakwahnya yang tajam dan menarik sehingga dirinya memiliki banyak jamaah.

Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat orang suka dengan tausiahnya. Ulasannya yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas berbagai masalah terkini, nasionalisme dan berbagai persoalan yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.(sug)

Biodata

Nama: Ustadz H Abdul Somad Batubara, Lc. MA

Tempat, tgl lahir: Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 (Rabu petang, 30 Jamada al-Ula 1314 Hijrah)

Pekerjaan; Dosen dan Penceramah

Pendidikan

SD al-Washliyah, tamat 1990

Mts Mu'allimin al-Washliyah Medan, tamat 1993

Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996

UIN SUSKA Riau, 1996-1998

S1 Al-Azhar, Mesir. 1998-2002

S2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko 2004-2006

Pekerjaan

- Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

- Dosen Tafsir dan Hadits di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.

- Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru.

- Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode : 2009 – 2014.

- Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode : 2009 – 2014.

- Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode : 2009 – 2014.

Karya Ilmiah

Terjemah (Arab – Indonesia)

- Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut), Penulis: Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Maret 2008.

- 55 Nasihat Perkawinan Untuk Perempuan, (Judul Asli : 55 Nashihat li al-banat qabla az-zawaj), Penulis: DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, April-2004.

- 101 Kisah Orang-Orang Yang Dikabulkan Doanya (Judul Asli: 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’, Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam – Jakarta, Desember 2004.

- 30 Orang Dijamin Masuk Surga (Judul Asli: 30 al-mubasysyarun bi al-jannah), DR.Mustafa Murad, Dar al-Fajr li at-Turats,Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Juli-2004.

- 15 Sebab Dicabutnya Berkah (Judul Asli: 15 sabab min asbab naz’ al-barakah), Penulis: Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah-Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Agustus-2004.

- Indahnya Seks Setelah Menikah (Judul Asli : Syahr al-‘asal bi la khajal), DR. Aiman Al-Husaini, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif, Jakarta, September 2004.

- Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan (Judul Asli: Akhta’ fi mafhum az-zawaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif- Jakarta, September 2004.

- Sejarah Agama Yahudi (Judul Asli: Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah), diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Desember 2009.