oleh

TGUPP-Formula E Disorot DPRD, Anies: Semua Kegiatan Ujungnya Percepat Ekonomi

Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta mengkritik Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) serta penyelenggaraan Formula E. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan semua kegiatan tersebut ujungnya adalah untuk percepatan ekonomi.

“Jadi semua kegiatan Pemprov DKI Jakarta adalah kegiatan yang bisa disoroti oleh siapa saja. Kita berikan penjelasan juga jadi semua kegiatan itu kita berikan penjelasan dan pada ujungnya semua adalah untuk peningkatan kesejahteraan. Beberapa kegiatan secara khusus untuk mempercepat kegiatan perekonomian,” kata Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Anies mengatakan hal yang sama berlaku juga pada kegiatan Formula E. “Sama juga itu begitu,” tuturnya.

Baca juga: DPRD DKI Kembali Ungkit TGUPP Anies: Bebani APBD

Anies mengatakan Formula E tidak bisa dipandang sebagai gelaran olahraga semata. Anies menyebutkan Formula E adalah gelaran untuk meningkatkan pariwisata serta pengembangan ekonomi.

“Waktu 5 tahun dari penyelenggaraan Formula E dipandang cukup untuk menjadi pemicu awal pengembangan ekonomu berkelanjutan,” tutur Anies.

Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta mengatakan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) hanya membebani APBD. Golkar meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengevaluasi TGUPP.

“Fraksi Partai Golkar meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tugas dan fungsi TGUPP, termasuk evaluasi jumlah anggota TGUPP yang menurut hemat kami jumlahnya terlalu banyak sehingga mengakibatkan tidak efektif dalam bekerja dan membebani APBD DKI Jakarta,” kata anggota Fraksi Golkar Judistira Hermawan di Rapat Paripurna di DPRD DKI Jakarta.

Sementara itu, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mengkritik balapan Formula E yang akan dilaksanakan pada 2020. PSI menyebut pendapatan pajak seharusnya bisa digunakan untuk mensejahterakan warga yang belum mendapat akses air bersih.

“Kami pikir hak ini sangatlah tidak adil, sangat jauh dari pikiran mereka untuk berani berpikir bisa menikmati hiburan balapan mobil listrik. Bagi mereka, bisa mandi dengan air bersih saja sudah snagat bersyukur. Karena infrastruktur air bersih masih belim menjangkau mereka,” kata anggota Fraksi PSI Anthony Winza Prabowo, di DPRD DKI Jakarta.

Anthony menyebut masih banyak warga Jakarta Utara yang harus membeli air bersih. Dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi perhatian serius.

“Apakah Pak Gubernur kiranya tahu, bahwa ada warga Jakarta Utara yang untuk mendapatkan 1 meter kubik air saja harus membeli dengan sampai dengan harga Rp 150 ribu? Mereka membeli dari tukang air keliling karena belum ada akses air bersih di sana,” paparnya. 0

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *