oleh

Pemprov DKI Ubah Rencana: PKL Tak Jadi Berdagang di Atas Trotoar Sudirman

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah rencana penataan pedagang di Jalan Sudirman. Pada awalnya, ramai dibahas akan ada penataan pedagang di trotoar lebar Jalan Sudirman-Thamrin.

“Yang nama di Sudirman itu, tidak akan ada PKL yang mau di taro di trotoar tapi di sisi trotoar,” ucap Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, saat dihubungi, Jumat (21/2/2020).

Menurut Ratu, pemerintah akan bekerja sama dengan beberapa gedung di sekitar stasiun MRT atau halte TransJakarta (TJ). Sehingga, mudah dinikmati oleh pengguna transportasi publik.

“Kita akan adakan pendekatan ke gedung-gedung yang memang dekat stasiun MRT atau TJ. Tujuan adalah, (trotoar) bukan fasilitasi pedagang tapi untuk fasilitasi pejalan kaki,” ucap Ratu.

Ratu menegaskan tidak sedikit pun menggunakan trotoar. Namun, area yang berdekatan dengan trotoar.

“Ini bukan di trotoar, kita akan usahakan pedagang itu di sisi trotoar, bukan di atas trotoar tapi sebelum trotoar. Kita akan minta itu di lahan privat,” kata Ratu.

Ratu pun menjelaskan, pedagang yang akan ditempatkan bukanlah pedagang kaki lima (PKL). Namun, pengusaha UMKM yang dibina oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Dan kalian meski tahu bukan pedagang kaki lima yang akan ditaruh di situ, yang ditaruh di dalam situ adalah, binaan JakPreneur (program wirausaha) yang sudah dibina dan berhasil,” ucap Ratu.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan menggodok kebijakan dan penataan pedagang di trotoar yang lebar. Menurutnya, ada trotoar-trotoar di Jakarta yang bisa digunakan tak hanya untuk pejalan kaki. Anies mengatakan jangan sampai trotoar Jakarta tidak merangkul kegiatan ekonomi PKL.

“Ya jadi begini, trotoar itu bisa memiliki fungsi lebih dari satu, untuk pejalan kaki tapi juga untuk yang lain. Dan itu sudah diatur dalam peraturan Menteri PUPR,” kata Anies di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

“Nah kita akan menata, tidak semua tempat nantinya dibagi antara pejalan kaki dengan kegiatan ekonomi. Nanti semuanya akan diatur, jangan sampai kita berpandangan bahwa trotoar harus steril dari PKL, trotoar hanya untuk pejalan kaki, tidak,” ujar Anies.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *