oleh

Tangis Bahagia Puan Maharani Terima Gelar Doktor Honoris Causa Undip

Univeritas Diponegoro (Undip) memberikan gelar doktor kehormatan Honori Causa kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani. Puan bercerita, prosesnya memperoleh gelar ini berjalan sekitar dua tahun.

“Proses ini sudah berjalan dua tahun, sejak dari saya menjabat Menko PMK,” kata Puan usai acara penganugerahan di gedung Prof Soedarto Undip Semarang, Jumat (14/2/2020).

“Membahagiakan bagi saya, artinya apa yang saya lakukan mendapat apresiasi,” imbuhnya.

Pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusjala Devi itu sempat menangis di akhir pidatonya ketika ia mengucapkan terimakasih kepada orangtua dan keluarga.

Dalam acara itu hadir tamu-tamu kehormatan antara lain Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, sejumlah menteri antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Juliari B Batubara, Menkum HAM Yasona Laoly, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri PPPA I Gusti Bintang Darmawati. Selain itu, hadir pula pejabat MPR dan DPR, kepala daerah dari PDIP antara lain Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama menjelaskan proses pemberian gelar mulai dari pengusulan hingga persetujuan. Puan diusulkan mendapat gelar Doktor HC pada bidang ‘Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Nasional’. Usulan diajukan sejak Puan menjabat Menko PMK oleh DPP Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya dan direkomendasi oleh beberapa pihak antara lain Muhadjir Effendy yang menjabat Mendikbud sebelum menjabat Menko PMK saat ini kemudian ada Mahfud M D dan FK Metra dan Mohammad Sobary.

“Atas usulan yang diajukan DPP IKA FIB tersebut kemudian mendapatkan persetujuan oleh Sebat Fakultas Ilmu Budaya dan didukung Dekan Fakultas ISIP setelah sebelumnya dilakukan penilaian oleh tim penilai diantaranya Prof Dr Yetty Rohwulan, Prof Dr Singgih, Prof Dr Nurdin H Kristanto,” kata Yos dalam sambutannya.

Kemudian, lanjutnya, Dekan FIB didukung Dekan FISIP memproses untuk dimintakan persetujuan ke Senat Akademik Universitas Diponegoro. Permohonan persetujuan ini merupakan amanat Pasal 46 ayat 1 huruf h PP No 52 tahun 2015 yang menyatakan kewenangan Senat Akademik memberikan persetujuan kepada Rektor dalam pengusulan profesor dan pengusulan doktor kehormatan,

“Setelah melalui serangkaian pengkajian, penelaahan yang terukur, kredibel dan akuntabel Senat Akademik bersepakat memberikan persetujuan bulat pada rapat Senat Akademik Undip menyetujui Puan Maharani layak dan patut dan layak memperoleh gelar doktor Honoris Causa,” jelasnya.

Yos, menjelaskan Persetujuan Senat Akademik tersebut didasarkan kepada ketentuan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2016 tentang Gelar Doktor Kehormatan tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan yakni adanya bukti Puan Maharani telah berkontribusi signifikan terhadap kemajuan, kemakmuran, dan atau kesejahteraan bangsa, negara dan umat manusia, baik sebagai pribadi maupun dalam kedudukan Beliau sebagai Pemimpin lembaga negara, sebagai Menko PMK maupun Ketua DPR RI.

“Utamanya peran besar beliau dalam kebijakan penyusunan beberapa produk hukum seperti UU NO 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Indonesia juga produk hukum Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial,” jelas Yos.

Persetujuan Senat Akademik Undip kemudian ditindaklanjuti dan dituangkan dalam Keputusan Rektor Undip dan dibentuknya Tim Review dan pembimbingan penulisan Naskah Pidato penganugerahan.

Puan kini menjadi tokoh ke-13 yang mendapatkan gelar Doktor Kehormatan, Doktor Honoris Causa dari Undip. Ia membawakan pidato berjudul “Kebudayaan Sebagai Landasan untuk Membangun Manusia Indonesia Ber-Pancasila Menuju Era Masyarakat 5.0”.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *