oleh

Danrem 101/Antasari Sidak Pasar Sentra Antasari

Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Firmansyah guna  memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat keramaian setelah berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melaksanakan sidak di rumah makan dan pasar sentra Antasari Banjarmasin, Senin (1/6/2020).

Dalam sidak yang didampingi Dandim 1007/Bjm, Kolonel Inf Anggara Sitompul dan Disperindag Kota Banjarmasin tersebut, Danrem mendapati beberapa pedagang atau pemilik usaha yang masih belum menyediakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam memutus mata rantai covid-19 untuk diberikan kepada pembeli atau pengunjung yang ingin melakukan transaksi jual-beli.

Selain itu, ia juga mendapati tempat ibadah di lokasi tersebut masih belum menerapkan phisycal distancing atau menjaga jarak aman.

Kendati demikian, Danrem yang baru saja menjabat sebagai orang nomor satu di Korem 101/Antasari itu mengingatkan bahwa, dengan berakhirnya pasa pemberlakuan PSBB di Bumi lambung Mangkurat itu bukan berarti lepas dari wabah virus Corona.

“Saya berharap masyarakat selalu sadar dan disiplin bahwa, virus ini masih belum hilang. Maka dari itu, kita harus selalu mengikuti anjuran Pemerintah dengan cara menerapkan pola hidup sehat serta ikuti protokol yang sudah ditetapkan,” terang Danrem.

Bagi pedagang yang belum menerapkan protokol kesehatan, pihaknya akan memberikan teguran dan edukasi kepada mereka dengan cara yang humanis.

“Tentu kita berharap dengan pendekatan yang humanis ini bisa mendorong masyarakat agar sadar dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di kesehariannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, Norbiansyah membenarkan bahwa, adanya sedikit kelalaian dalam menjalankan protokol kesehatan pada salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Bumi Kayuh Baimbai itu. “Nanti kedepannya akan kita perbaiki kekurangan ini. Soalnya penerapan protokol kesehatan adalah salah satu upaya yang kita lakukan agar terhindar dari paparan virus yang belum ada vaksinnya ini,” singkat Norbi. 0

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *