oleh

GNPF: Pencopotan Rieke Oneng Cuma Taktik Lunakkan Rakyat, Tetap Tolak RUU HIP!

Pencopotan Rieke ‘Oneng’ Diah Pitaloka dari posisi Wakil Ketua Badan Legislasi DPR diduga sengaja dilakukan PDIP sebagai cara melunakkan hati masyarakat.


Dugaan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi menyusul pencopotan Rieke yang dikait-kaitkan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Ini cuma taktik untuk melunakkan, tapi tidak berpengaruh apa-apa. Kita minta tolak dan cabut RUU HIP dan minta diusut siapa inisiator RUU ini,” ungkapnya saat menjadi narasumber dalam acara Yuk Ngopi edisi 12 bertajuk ‘Mewaspadai Bangkitnya Neo Komunisme’ yang digelar virtual, Minggu (12/7).


Edy menegaskan, siapa pun yang terbukti ingin berbuat makar terhadap konstitusi, meskipun dia adalah anggota DPR RI harus tetap dihukum. Tak hanya itu, partai politik yang menaunginya juga harus dibubarkan dan MPR harus segera membuat sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Jokowi.


“Jadi itu (pencopotan Rieke) tidak berpengaruh apa-apa,” jelasnya.
Kursi Rieke Diah Pitaloka sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi DPR pun saat ini sudah diserahkan kepada kader PDIP lainnya, yakni M Nurdin. Selain untuk penyegaran, dipercayanya M Nurdin sebagai Wakil Ketua Baleg DPR diharapkan bisa mengawal sejumlah RUU di DPR.0

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *