oleh

Dittipidter Bareskrim Polri Ungkap Praktik Pabrik Obat Paten Palsu di Semarang

Direktorat Tindak Pidana Tertentu ( Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap praktik pabrik obat paten palsu di Semarang, Jawa Tengah. Polisi juga mengamankan tujuh orang yang terdiri dari pemilik hingga pekerja pabrik.

“Diduga repackging obat dengan maksud merubah obat generik, obat palsu menjadi non generik atau obat paten, dan merubah tanggal kadaluarsa obat,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran, dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Tujuh orang yang diamankan, pada Senin (8/7), yaitu AFA sebagai pemilik pabrik, AB dan R sebagai mandor. Kemudian NH sebagai peracik, Y sebagai pekerja di bagian vakum kemasan, MNY sebagai kenek sablon kemasan dan NS sebagai pekerja di bagian sablon kemasan.

“Barang bukti ada bahan untuk membuat obat, mesin press, kompresor, mesin vakum, mesin pencetak kapsul, mesin press tutup botol, mesin potong, papan monel sablon gambar, dus cangkang kapsul, dus segel, toples, botol obat kosong, alumunium foil,” jelas Fadil.

Polisi juga berhasil menyita 3 dus obat palsu siap edar dengan berbagai merek. Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan AFA sebagai tersangka.

“Menetapkan status quo TKP pada 2 gudang milik tersangka yang diduga sebagai tempat produksi dan penyimpangan bahan baku,” tutur Fadil.

Fadil menuturkan AFA menggunakan perusahaannya sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau penyalur produk obat-obatan ke apotek-apotek. Bahan baku obat palsu tersebut diperoleh dari perusahaan AFA sendiri yaitu PT JKI (Jaya Karunia Investindo) dan apotek-apotek di wilayah Semarang yang produk jualannya sudah kadaluarsa. Sementara bahan baku kemasan diperoleh dari Surabaya. 

“Penyidik juga melakukan pengembangan terhadap kantor di Pulogadung, Jakarta Timur dan gudang di Lippo Karawaci, Tangerang dan telah mengamankan 6 orang pegawai sekaligus dokumen-dokumen perusahaan,” jelas Fadil.

Atas perbuatannya, Fadil mengatakan pelaku dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 (Ayat 2 dan 3) dan/atau Pasal 197 Jo Pasal 106 (Ayat 1) UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 (Ayat 1) Jo Pasal 8 (ayat 1) huruf a dan/atau huruf d UU RI Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.0 det

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *