oleh

FPI Merasa Tersudut, Kerusuhan sampai Markas FPI

Ketua Umum FPI, KH Shabri Lubis mempertanyakan mengapa kerusuhan di Bawaslu sampai ke Petamburan yang identik dengan Markas FPI.

“Dari Bawaslu kenapa bisa sampe Petamburan?, dan Petamburan identik markas FPI. Menggiring opini dan menstigma ke arah Petamburan. Ini sangat menyudutkan FPI,” kata Shabri.

Pihaknya juga hendak meminta pertanggungjawaban aparat yang mengakibatkan korban tewas dengan mengadukan ke Komnas HAM dan Ombudsman.

“Korban ini bagaimana pertanggungjawabannya?, yang wafat maupun luka-luka. Akan segera kami adukan ke Komnas HAM dan ombudsman,” ujarnya.

Front Pembela Islam (FPI) menuturkan relawan Hilal Merah Indonesia (HILMI) mengevakuasi 4 korban meninggal akibat kerusuhan di Petamburan pada Rabu dini hari  (22/5). 

Ketua Tim Investigasi FPI, Habib Ali Alattas mengungkap empat korban meninggal dunia akibat tertembus peluru tajam, yakni Farhan Syafero warga Depok, Rayhan warga Petamburan, dan anggota FPI warga Tangerang Bahtiar Alamsyah serta anggota FPI warga Pandeglang Abdul Aziz.

Sementara relawan HILMI FPI Feri Arianto warga Kebayoran Baru dan Ahmad Yani warga Matraman mengevakuasi keempat korban. Mereka membawa 1 korban ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan dan 3 korban ke Rumah Sakit Pelni.

“Tiga korban sudah tergeletak tak sadarkan diri, Farhan tertembak di leher, dan tergeletak di dekat asrama Brimob, lalu kami bawa ke RS Budi Kemuliaan,” kata Feri.

Ahmad Yani menyebut Bachtiar Alamsyah tertembak di Kepala, Rayhan tertembak di lengan dan Abdul Aziz kepalanya nampak berlumuran darah.

“Tiga orang lainnya kami bawa ke RS Pelni, yang kemudian dipindahkan ke RS Polri. Korban Rayhan yang warga Petamburan sempat sadarkan diri dan berinteraksi dengan kami, tapi beberapa waktu kemudian kami mendengar kabar dia sudah meninggal,” kata Ahmad Yani. 0 gtr

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *