oleh

Polri akan Tindak Tegas Perwira Menengah Polisi yang Tuduh Jenderal TNI Curi HP

Seorang perwira polisi, AKBP LM, menuduh seorang Jenderal TNI Brigjen Subagyo mencuri HP merek iPhone miliknya. Kasus yang terjadi di Cilacap, Senin (3/6) ini sempat ramai, hingga akhirnya LM meminta maaf.

Namun ternyata, kasus ini tak menguap begitu saja. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal menyebut akan menindak tegas LM.

“Ada tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum seorang pamen Polri di Cilacap terhadap salah seorang perwira tinggi TNI. Kami telah melaksanakan pemeriksaan dan akan kami bawa ke sidang disiplin dan kode etik,” kata Iqbal di Kemenkopolhukam, Selasa (11/6).

Iqbal menyebut tak ada toleransi terhadap anggota yang bersalah. “Polri akan menindak tegas seluruh anggotanya yang bersifat arogan,” ungkapnya.

View this post on Instagram

➡️ VIDEONYA SLIDE 4 Perwira polisi berpangkat AKBP meminta maaf karena salah menuduh Brigadir Jenderal TNI dan keluarganya mencuri HP di hotel. Perwira polisi berinisial LM itu menghentikan Direktur Peralatan TNI AD Brigjen Subagyo dan keluarganya yang hendak keluar dari hotel. Bahkan, dia mencoba menggeledah tas keluarga jenderal TNI bintang satu tersebut. Insiden itu terjadi di Hotel Atrium Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin, (3/6/2019) pukul 03.40 WIB. Awalnya, rombongan Brigjen TNI Subagyo yang berjumlah 8 orang tiba di hotel Atrium pada pukul 02.40 WIB. Mereka langsung menuju kamar yang telah dipesan. Pada pukul 03.30 WIB, Brigjen TNI Subagyo dan keluarga melaksanakan makan sahur di ruang makan Hotel Atrium. Pukul 04.10 WIB Brigjen TNI Subagyo dan keluarga selesai makan sahur di ruang makan tersebut. Pada saat bersamaan, AKBP LM datang untuk makan sahur di tempat yang sama. Ia datang pukul 04.15 WIB. AKBP LM meletakkan HP miliknya di atas meja makan, kemudian mengambil makanan untuk sahur. Setelah mengambil makanan, AKBP LM hendak duduk di meja makan lain, bukan meja tempatnya menaruh HP. Ia kaget lantaran tidak melihat HP miliknya di atas meja. Karena itu, AKBP LM langsung mengejar rombongan Brigjen TNI Subagyo dan keluarga yang telah meninggalkan ruang makan dan hendak menuju ke kamarnya untuk istirahat. AKBP LM yang tidak mengenakan pakaian dinas, tidak menyadari jika orang yang dikejarnya adalah jenderal TNI bintang satu lantaran hanya mengenakan pakaian biasa. AKBP LM memaksa Brigjen Subagyo berhenti dan menanya siapa yang mengambil HP miliknya. Bahkan, ia berusaha menggeledah tas rombongan Brigjen Subagyo satu per satu. Akhirnya AKBP LM memanggil karyawan hotel bernama Rudianto. Ia menyuruh Rudianto menelepon nomor HP miliknya dan berdering. Ternyata posisi HP AKBP Iwan berada di atas meja makan. Rombongan Brigjen TNI Subagyo dan AKBP LM kemudian mendatangi sumber suara HP yang berdering tersebut dan ternyata HP yang berdering adalah milik AKBP LM. Akhirnya AKBP LM meminta maaf secara lisan dan membuat surat pernyataan permintaan maaf diatas materai 6000 kepada Brigjen TNI Subagyo beserta rombongan. (Jpnn.com) #Brigjen #TNI #Polisi

A post shared by #Indonesian_uniform 🇮🇩 (@ind_uniform) on

Sebelumnya, AKBP LM, yang menuduh Brigjen Subagyo mencuri handphone merk Iphone miliknya usai sahur di restoran di Hotel Atrium Cilacap, Jawa Tengah. Tuduhan AKBP LM ini tidak terbukti lantaran handphone miliknya masih ada di tempat di mana ia meletakkan pertama kali.

Hingga akhirnya AKBP LM harus meminta maaf pada Brigjen Subagyo dan keluarga. Tak hanya secara lisan saja, AKBP LM juga membuat surat pernyataan tertulis dengan materai Rp6000.

Ia pun mengakui bahwa handphone miliknya tidaklah hilang, namun berada di tempat lain. 

“Dan ternyata HP milik saya tersebut, tidak hilang dan berada di meja makan tempat saya makan dan meletakkan HP saya tersebut tepat diatas meja saya. Kemudian atas praduga tersebut TIDAK TERBUKTI dan TIDAK BENAR adanya. Setelah dilakukan pengecekan dengan cara menghubungi nomor HP saya yang dilakukan oleh Office Boy Hotel Atrium Cilacap An. RUDY (F&B Supervisor)” 

“Atas kejadian kesalahpahaman tersebut diatas, saya atas nama pribadi dari lubuk hati yang paling dalam menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada BRIGJEN TNI SUBAGYO dan KELUARGA (8 orang). Surat pernyataan ini juga sekaligus sebagai bukti bahwa dugaan tersebut tidak benar dan dalam kesempatan ini juga saya selaku pribadi bertujuan membersihkan nama baik BRIGJEN TNI SUBAGYO (Direktur Peralatan TNI AD) dan KELUARGA (8 orang).”  0 km

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *